Pelangi Kelabu
Kutatap warna pelangi di atas
awan itu. Berjiwa terang penuh dengan warna dan senja disampingnya. Matahari semakin
tenggelam. Tapi pelangi itu bersinar tanpa beban, tanpa warna kelabu di
sampingya. Tapi mungkin, warna kelabu selalu identik dengan perasaan dan
suasana hati kelam dan gelap. Warna yang tidak lain hanyalah segumpal
kekosongan belaka, tidak indah dipandang dan sulit digapai. Kelabu hanyalah
menggambarkan ‘’Aku’’ Wanita yang penuh dengan kehidupan yang kelam dan gelap
tanpa warna terang disampingku. Tapi pelangi penuh warna adalah ‘’Kamu’’, Pria
yang kutunggu. Sosok Kelabu itu kusebut
‘’ Pelangi Kelabu’’
Warnamu menyinari langit, tapi
kelabuku menutupi diriku seolah menyimpan ketakutan akan kegelapan yang kelam
atas kisahku denganmu. Mungkin kelabu ini akan terus berubah menjadi hitam,
menutupi semua kenangan yang pernah kita ukir dan kita jalani. Saat pelangi
baru mulai menunjukan warnanya, warna terangku semakin memudar dan terus
memudar. Bahkan sampai akhirnya hilang dan berubah menjadi kelabu. Angin terus
menghapus warna terangku, warna merah muda terus memudar.
Garis melengkung itu dahulu
selalu menjadi harapan yang selalu kita kirim padanya, tapi mungkin awan
merubahnya menjadi garis lurus yang biasa dan datar. Garis itu kini hanya
menjadi angan yang tak akan pernah bisa aku gapai. Kelabuku semakin menutupi
semuanya, menutupi kamu yang dahulu menjadi pelangi warna hidupku. Kamu enggan
menghapus kelabu ini. untuk merabanya akan membutuhkan waktu yang lama. Waktu mencoba
memulihkan semua rasa sakit yang telah kamu berikan kepadaku saat kemarin,
kemarin, dah sekarang.
Maafkan aku, Warnamu selalu
membuat mataku memutar kembali apa yang pernah kita jalani, memutar apa yang
pernah kita lewati bersama, memutar apa yang pernah kita gapai, memutar apa
yang pernah kita ucapkan bersama untuk doamu dan doaku. Pelangi ini akan
menjadi kelabu, semakin kamu jauh semakin kelabu, semakin kamu berlari semakin
hitam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar