Kamis, 16 Oktober 2014


Lebih Baik

Aku sedang menikmati namanya Patah hati
Menikmati hidupku dengan segala kesibukan
Bersama teman dan berbagi cerita
Meski aku tau ini memang sangat menyakitkan
Tapi selalu kucoba untuk selalu menghadapinya dengan lambat
Namun tiba tiba kamu hadir
Dan mengaku untuk menjadi seperti dulu lagi sebagai pengganti
Kamu begitu egois
Dahulu kamu meninggalkan aku
Dan sekarang kamu datang dengan wajah tak bersalah
Lalu mengajakku untuk kembali lalu memulainya dari awal
Apakah kamu tau?
Saat kamu pergi
Aku mulai membuka mata hati lagi untuk orang lain
Aku mulai menerima orang lain sebagai penggatimu
Dan disaat  aku mulai jatuh cinta lagi
Kurasakan aku sakit hati
Begitu dalam dan terlalu pekat
Kamulah yang  patut aku  harapkan namun tak begitu
Kamulah yang harusnya mengerti namun kamu tak mampu
Jujur  aku tak bisa menerima  kamu lagi
Dan memulainya dari awal
Lebih baik melupakanmu dan pergi menjauh
Bukan  aku tak cinta kamu
Tapi aku tidak menerima saat dulu caramu mencintaiku
Dan aku coba untuk mengerti kamu lagi
Dan disaat itu, aku  semakin makin ingin lagi
Untuk kembali padamu selamanya 
Tapi kumohon
Pergilah dan jangan terus menggoreskan luka 





Kamis, 09 Oktober 2014

Karena inilah


Kerena menunggu adalah alasan mematikan dalam sebuah harapan
Karena memaafkan lebih mudah dibandingkan harus melupakannya
Karena ketika itu, lebih baik pergi dengan rasa sayang dibandingkan harus bertahan dengan harapan
Karena sampai sekarang, aku harus terus menunggu sampai aku tidak bisa lagi untuk menunggu
Karena terkadang perilaku memendam lebih menyakitkan, tapi ketika kamu berusaha untuk terus jujur itu sama sekali tidak akan membuatnya mengerti
Karena sejak dulu, kamu mungkin berubah. tapi aku sama sekali tidak akan berubah dan terus bertahan disini
Karena ini aku tidak bisa menebak, kufikir kamu mencintaiku. tapi seorang pria bahkan bisa saja mencintai wanita lain dibalikmu
Karena itu aku terlalu banyak diam dan memndam, mungkin disitulah aku akan terlihat bodoh dihadapanmu
Karena terlalu mencintaimu, aku mengira kamu terus bersamaku dan kamu hanya akan mengatakan bodoh kepadaku
Karena kamu pergi, aku berhak merasa bahagia ketika melihat pesan singkatmu
Karena kepergianmu sudah cukup membuatku paham bahwa aku tidak perlu menyimpan harapan terlalu tinggi padamu
Karena dibalik ingatan yang ada, menyakitkan memang jika aku yang mengingat banyak hal yang seharusnya tak pernah kamu ingat

Rabu, 08 Oktober 2014


Chatte – Aku Mati Rasa

rasa mati seakan datang menghampiri pikiranku
dalam benakku yang ada hanyalah kebencian mendalam
hati nuraniku membantu keterasingan kuhanyut dalam kegelapan
manusia tanpa harga diri
diriku mati rasa (MATI RASA)
membeku kan iman tak bergeming
nafsu melucuti semua akal sehatku
emosiku bergejolak dihidupku
kubuang semua ketidakpastian
yang ada hanyalah kebohongan semata
awan hitam menggantung, menaungi keberadaan ku 4x
awan hitam!!!!
menggantung!!!!
awan hitam!!!!
ow yeah ow yeah!
sesumbar penuh dusta hanyalah bualan omong kosong
AKU MATI RASA
diriku mati rasa (MATI RASA)
membeku kan iman tak bergeming
nafsu melucuti semua akal sehatku
emosiku bergejolak dihidupku, dihidupku
AKU MATI RASA

Jadi seperti ini rasanya menyesal?
Digantungi dengan rasa ketakutan dan trauma mendalam. Awalnya akumengira ini hanyalah bagian yang tertinggal.  Pernah kucoba untuk terus maju tapi mungkin terlalu lelah, pernah kucoba untuk mundur tapi mungkin terlau mudah, pernah kucoba untuk bertahan tapi mungkin terlalu salah, aku pun pernah mencoba melupakan tapi mungkin terlalu tak rela.
Kurasa aku lebih baik membiarkan semuanya berjalan dengan sendirinya. Lebih baik, iya menggantungkan harapan pada waktu.
Kamu tau? Tidak ada perempuan yang ingin mengulang hubungan yang baru dengan laki-laki lain, bertukar pikiran dan cerita. Belajar untuk nyaman lag  dan memulai kepercayaan, bahkan bertemu dengan orang tua dan berharap bisa diterima seperti hubungan sebelumnya. Melawan isu tentang laki-laki itu. rasanya aku pun tidak kuat dan tidak bisa mengulang semuanya, karena apa? aku lebih senang menunggumu dengan waktu lama disbanding aku harus memilih laki-laki yang tidak ku percayai. Baik dan buruk apapun itu, akan selalu terlihat baik untukku.
Sempat terfikir, kenapa kita bertemu jika akhirnya kita akan terpisah. Kenapa kita berjumpa jika akhirnya kita dipisahkan. Kamu bilang hatimu aku, nyatanya bukan aku. Andaikan tetap denganku. Dimanakah cinta yang dulu?  Namun selalu aku bertanya, adakah aku dihatimu?. Bila saja kamu disisiku, akan kuberi kamu segalanya.
Bisakah kamu sedikit saja tentangku? 



Memang kenyataan tak selalu sama dengan harapan
Aku terpaksa menutup lembaran ini
Lembaran kenangan kita bersama
Rela? Butuh waktu rasanya aku untuk menjawabnya
Apa salah? Aku mungkin terlalu mencintaimu sekarang
Aku enggan melihatmu bahagia dengan yang lain
Tapi inilah cara terbaikku
Agar bisa melihatmu bahagia
Walaupun harus mengiba
Akan kulakukan
Dan sekarang, aku harus terus berjalan meski dengan keadaan menyendiri
Aku terus mencoba untuk terus tidak mengenangmu dan melihat ke arahmu
Mungkin sekarang hatiku telah hancur berkeping-keping
Terlalu jauh dan semakin dalam
Jujur, aku tak sanggup dan aku tak bisa
Semua yang pernah kita lewati tak mungkin bisa kulupakan
Kamu berubah sejak mengenal dia
Wanita yang jauh lebih sempurna dibanding aku
Tapi mungkin
Aku tak akan bisa menyamainya
Memang terkadang . . .
Aku menyesal
Kamu lebih memilih pergi denganya
Kenapa? Begitu cepat dan terlalu mudah
Kamu yang dingin terus menjauh dari pandanganku
Sedangkan aku
Aku yang selalu perasa tentang keadaanmu
Sangat sulit untuk bangkit
Bahkan untuk melangkah pun rasanya sama sekali tak sanggup
Apa aku harus pergi?
Merelakan kamu dengannya?


Kamu adalah segala ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan
Kamu adalah harapan asing yang selalu aku inginkan
Kamu adalah bintang terjauh yang selalu aku harap mencapainya
Mungkin seperti itulah kamu
Kamu yang sulit untuk aku genggam saat ini
Keadaan merubah kita
Waktu merubah posisiku
Sakit memang, ketika harus melihat dahulu tempat itu (disampingmu) adalah aku
Dan kini, tempat itu mampu kamu gantikan dengan wanita lain
Tapi mungkin kamu sangat salah
Mengira aku tidak mencintaimu lagi dan kamu lebih memilih untuk mencari penggatiku hanya karena untuk menutupi dirimu yang sebenarnya, masih mencintaiku
Aku berharap, kamu membuka semuanya
Aku pun begitu, berharap menantimu
Maafkan aku, aku tak punya hak untuk mencintaimu kembali
Bahkan untuk memintamu kembali disini dan pulang bersamaku
Masih adakah yang perlu kupaksakan jika bagimu aku tak pernah jadi tujuan?
Tidak munafik, aku memang benar merasa kehilangan
Untuk apa aku mengaharapkan kamu, jika sebenarnya kamu enggan aku harapkan?
Menjauh mungkin lebih baik, saat tau bahwa bukan aku yang kamu inginkan



Bagaimana aku mengutarakan ini semua?
Mengucapkan selamat tinggal?
Itu bukan jalan satu-satunya yang bisa aku tempuh
Memang banyak cara, tapi mungkin itu semua akan membuatku lebih menyakitkan
Semua ini Membenaniku
Aku masih tetap mencari jalanku
Dan aku masih terus berjuang untukmu
Memberikan semangat untukmu
Apa kamu menyadarinya?
Peduli sedikit saja tentang semua yang lakukan?
Aku sama sekali tida menghancurkan kamu dengannya
Tapi, setidaknya aku hanya menginginkan dia merasakan apa yang pernah ia hancurkan saat kita masih bersama
Apa kamu lihat saat itu?
Kamu memandangku dengan sebelah mata
Apa kamu tau?
Hidupku hancur lebur mengingatmu
Bisakah kamu merasakannya?