Senin, 29 September 2014

Selamat tinggal cinta pertama

Selamat tingga cinta pertamaku, kebahagian pertamaku, warna pertamaku. Ku ucap ini, saat semuanya benar-benar terbuang dan tak punya arah lagi. Bukan aku atau kamu. Tapi semua ini salah tentang ‘’ kita’’. Kita yang menurut kamu tidak bisa bersama, hambar, dan tak ada apapun. Tak seindah awal, saat kita saling berdiri bertatapan wajah, di usia kecilku. Kufikir, kamu hanyalah cinta monyetku. Tapi waktu membawa kita lebih lama dan lebih jauh. Kita menjalani hubungan itu, iya saat itu. saat kita selalu bersama dan tak pernah berpisah. Kamu mengumbar janji, mengucap sumpah, memberikan kenyamanan yang tak pernah aku  rasakan sebelumnya. Masa kecilku, kuhabiskan semuanya bersamamu. Tahun-tahun lalu, bertambahnya usiaku selalu bersamamu dan denganmu. Tapi waktu yang terlalu cepat membuat kamu berubah, beralih pada pria dewasa. Pria yang mengenal banyak wanita disisinya, kamu bahkan melupakan hari-hari kecil kita.
Kufikir, kita akan terus bersama. Pernah kita saling berucap ‘’ Teruslah seperti ini dengan keadaan apapun’’ tapi, kata hanyalah kata. Terucap hanya di bibir dan mungkin hanya ucapan pemanis saat kita bersama.
Sekarang, kamu ingin melupakan semuanya, meninggalkan, bahkan membuang semuanya tanpa berfikir kembali apa resiko yang akan aku dan kamu hadapi saat hari esok. Hebat, kamu seorang pria yang hebat. Melupakan cinta pertamamu begitu cepat. Secepat itukah? Selama 8 tahum lamanya kita berbagi rasa dan saling menjaga. Kamu membuang kenangan itu hanya untuk wanita baru, wanita yang kamu mau, bukan yang kamu butuh. Aku tau, dia memang jauh lebih sempurna dibanding aku. Tapi apa mungkin? Dia akan tau semua tentang kamu dalam waktu seminggu disbanding aku yang mengenalmu selama 8tahun lamanya. Tak sama memang, aku hanya memberimu semangat dan motivator hidup untukmu. Tapi setidaknya, aku akan terus bertahan untukmu sampai kapanpun.
Kenangan menguburku dalam keterpurukan yang tak berguna, kini kita tak lagi menyapa bahkan bertatap wajah lagi. Kamu sibuk dengan urusanmu, dan aku sibuk mencari cara agar bisa melupakanmu. Kamu bahagia dengan wanita barumu, dan aku  bahagia dengan apa yang kamu berikan padaku, begitu jujur dan cepat kamu mendapatkan wanita itu. kamu berjalan terus bersamanya, dan aku hanya diam ditempat berfikir apa yang harus aku langkahkan kedepan?
Apa bisa? Tapi, semuanya sudah terjadi. Selamat tinggal cinta pertamaku, kelak kamu mendapatkan yang lebih baik dariku. Aku akan selalu berada dibelakangmu, bukan dengan cinta dihati, tapi dengan kenangan di ingatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar