Selamat tinggal cinta pertama
Selamat tingga cinta pertamaku,
kebahagian pertamaku, warna pertamaku. Ku ucap ini, saat semuanya benar-benar
terbuang dan tak punya arah lagi. Bukan aku atau kamu. Tapi semua ini salah
tentang ‘’ kita’’. Kita yang menurut kamu tidak bisa bersama, hambar, dan tak
ada apapun. Tak seindah awal, saat kita saling berdiri bertatapan wajah, di
usia kecilku. Kufikir, kamu hanyalah cinta monyetku. Tapi waktu membawa kita
lebih lama dan lebih jauh. Kita menjalani hubungan itu, iya saat itu. saat kita
selalu bersama dan tak pernah berpisah. Kamu mengumbar janji, mengucap sumpah,
memberikan kenyamanan yang tak pernah aku
rasakan sebelumnya. Masa kecilku, kuhabiskan semuanya bersamamu.
Tahun-tahun lalu, bertambahnya usiaku selalu bersamamu dan denganmu. Tapi waktu
yang terlalu cepat membuat kamu berubah, beralih pada pria dewasa. Pria yang
mengenal banyak wanita disisinya, kamu bahkan melupakan hari-hari kecil kita.
Kufikir, kita akan terus
bersama. Pernah kita saling berucap ‘’ Teruslah seperti ini dengan keadaan
apapun’’ tapi, kata hanyalah kata. Terucap hanya di bibir dan mungkin hanya
ucapan pemanis saat kita bersama.
Sekarang, kamu ingin melupakan
semuanya, meninggalkan, bahkan membuang semuanya tanpa berfikir kembali apa
resiko yang akan aku dan kamu hadapi saat hari esok. Hebat, kamu seorang pria
yang hebat. Melupakan cinta pertamamu begitu cepat. Secepat itukah? Selama 8
tahum lamanya kita berbagi rasa dan saling menjaga. Kamu membuang kenangan itu
hanya untuk wanita baru, wanita yang kamu mau, bukan yang kamu butuh. Aku tau,
dia memang jauh lebih sempurna dibanding aku. Tapi apa mungkin? Dia akan tau
semua tentang kamu dalam waktu seminggu disbanding aku yang mengenalmu selama
8tahun lamanya. Tak sama memang, aku hanya memberimu semangat dan motivator
hidup untukmu. Tapi setidaknya, aku akan terus bertahan untukmu sampai
kapanpun.
Kenangan menguburku dalam
keterpurukan yang tak berguna, kini kita tak lagi menyapa bahkan bertatap wajah
lagi. Kamu sibuk dengan urusanmu, dan aku sibuk mencari cara agar bisa
melupakanmu. Kamu bahagia dengan wanita barumu, dan aku bahagia dengan apa yang kamu berikan padaku,
begitu jujur dan cepat kamu mendapatkan wanita itu. kamu berjalan terus
bersamanya, dan aku hanya diam ditempat berfikir apa yang harus aku langkahkan
kedepan?
Apa bisa? Tapi, semuanya sudah
terjadi. Selamat tinggal cinta pertamaku, kelak kamu mendapatkan yang lebih
baik dariku. Aku akan selalu berada dibelakangmu, bukan dengan cinta dihati,
tapi dengan kenangan di ingatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar