Senin, 29 September 2014


Hujan punya cerita tentang kita

waktu berjalan terus, tak bisa diulang ataupun dilompat. waktu hanyalah satu dari bagian memory yang bisa kita ingat, dimana semuanya terjadi dengan kenagan dan berakhir dengan sendirinya. mungkin biarlah semuanya memudar dengan sesuatu yang tidak penting. sulit rasanya menghapus semua yang harus aku hapus, bahkan aku tak paham mana yang harus aku lupakan dan mana yang harus aku hilangkan. semuanya terjadi karena waktu, waktu dimana aku dan kamu pernah bersama melalu waktu yang berputar ini. setelah kamu pergi dan meninggalkan semuanya, apa masih kamu mengingatku? apa masih kamu meraba apa yang pernah hilang di hidupmu saat itu? maaf. . .
waktu merubah kita semua, waktu memisahkan aku dan kamu. waktu membuat kita terpisah, waktu tak punya alat untuk mengulangnya, tapi aku dan kamu bisa memutarnya kembali lewat apa yang kita rasakan saat itu. saat aku dan kamu menjadi kita. semuanya hilang, musnah, bahkan kita sepakat tidak untuk mengulang dan mengingat waktu itu. waktu dimana kamu meninggalkan aku dan kamu lebih memilih dia dibanding aku. kamu enggan mengingatnya, dan aku enggan mengingat kamu. itu semua terjadi karena semuanya memang harus berakhir dengan keadaan yang ada. 
tapi, Hujan punya cerita tentang kita saat itu. Hujan menyimpannya, Hujan merekamnya, Hujan membuat kenangan dan menciptakan di antara aku dan kamu. Sangat sulit mungkin harus menghapus hujan dengan kenangan yang buruk. aku teriris dengan semua yang kamu campakan pada diriku. pada orang yang pernah ada di hati kamu, orang yang selalu ada untukmu. 
Pernahkah kamu merasa, dan memahami siapa yang selalu mendukung kamu disela sela waktu dan berdoa setiap waktu agar tuhan selalu menjagamu dimanapun kamu berada. meskipun aku dan kamu tidak lagi bersama untuk saat ini. aku megejar apa yang seharusnya kamu tidak berlari sangat kencang. bagaimana bisa aku harus berlari kencang, dibanding kamu yang tidak lagi berlari. tapi kamu berhenti di tempat peristirahatan orang lain, yaitu dia.
Bahkan semua itu harus berakhir tanpa kejelasan yang pasti, kamu melupakan semuanya. Semua yang telah kita simpan di hujan, semua yang telah kita ukir di atas air hujan. Kamu mengahpusnya . . .
Tapi aku tidak akan pernah melupakannya, karena Hujan punya cerita tentang kita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar